Showing posts with label Ibrah. Show all posts
Showing posts with label Ibrah. Show all posts

Monday, September 23, 2019

Proses Penciptaan Manusia dalam Al-Quran

Penciptaan Manusia dalam Al-Quran - Assalamualaikum, pada kali ini saya akan sharing bacaan dari salah satu karyailmiah yang membahas mengenai penciptaan manusia. Topik yang sangat menarik, untuk dibaca, dipelajari, supaya kita sebagai manusia tidak lupa diri dengan asal-usul kita, darimana berasal, dan untuk apa diciptakan. Berikutini penjelasan tentang Penciptaan Manusia dalam Al-Quran :

Proses Penciptaan Manusia dalam Al-Quran

Penciptaan Adam 'Alaihi Sallam dan Keturunannya

Dalam al-Qur'an, Allah Subẖānahu wa Ta'ālā menciptakan Adam 'Alaihi Sallam, untuk pertama kali dalam jenis manusia. Setelah itu, Allah ciptakan dari tulang sulbi Adam 'Alaihi Sallam istrinya. Dari keduanya, Adam dan istrinya, Allah perkembangbiakan manusia, laki-laki dan perempuan, hingga saat ini. Hal ini diterangkan dalam surat An-Nisā [3], ayat pertama.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Ibnu Jarir at-Thabari, Ibnu Katsir, dan lainnya menafsirkan kata min nafsi wāhidah yaitu Adam 'Alaihi salām, dan kata minhā zaujahā yaitu kemudian Allah jadikan dari Adam, istrinya, yaitu Hawa. Allah ciptakan Hawa dari salah satu tulang rusuk sebelah kiri bagian belakang Adam dan ketika itu Adam sedang tidur. (AtThobari, 1999)(Katsîr, 2002)(Al-Qurtuby, 2002) Sementara As-Sa'di menafsirkan minnafsi wāhidah yaitu dari diri yang satu dan minhā zaujahā yaitu dari padanya istrinya, agar sesuai dengannya, lalu ia merasa tenang kepadanya.(as- Sa’dî, 2002) Penafsiran mengenai Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam 'Alaihi sallam berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
Bersikaplah yang baik kepada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian paling atas. Jika kalian luruskan dengan keras, akan patah. Sebaliknya, jika kalian biarkan akan selalu  bengkok. Karena itu, bersikaplah yang baik kepada wanita. (Muslim, 1997)

Dari pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep penciptaan manusia pertama dalam Islam adalah Adam 'Alaihi sallam lalu istrinya, Hawa, dan dilanjutkan dengan keturunannya, seluruh manusia yang hidup di muka bumi ini, baik yang telah meninggal maupun yang masih hidup saat ini. Selanjutnya, penulis akan memperinci pembahasan penciptaan manusia ini ke dalam empat tema, yaitu: permulaan penciptaan manusia, penciptaan manusia dari tanah, fase perkembangan
penciptaan Adam 'Alaihi sallam.(Bucaille, 2008)

Penciptaan Manusia Dari Tanah

Allah menerangkan bahwa penciptaan manusia ditampilkan di dalam al-Qur'an sebagai wujud yang amat erat berkaitan dengan tanah. Di mana Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah dan akan dikembalikan pula ke tanah. Ada dua ayat yang akan kita bahas dalam hal ini, yaitu surat Thā Hā [20] ayat 55 dan surat Nuh [71] ayat 17-18.

ar-Rāzi menjelaskan makna Allah menumbuhkan kamu (manusia) dari tanah (Nuh [71] ayat 17) ke dalam dua pandangan, pertama, bahwa Allah menciptakan Bapak kalian, Adam 'Alaihi sallam, dari tanah sebagaimana dalam surat Ali Imran [3] ayat 59, Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah. Yang kedua bahwa Allah menumbuhkan manusia dari semua apa yang ada dalam tanah. hal ini, beliau jelaskan karena Allah memulai penciptaan manusia dari nutfah, yang ia merupakan sari pati dari makanan  Yang dimakan, yang di mana seluruh makanan yang dimakan itu bersumber dari tanah. (ar-Rāzi, 1981)

Dalam kitab Sunan Tirmidzi, terdapat sebuah hadis yang menjelaskan bagaimana Allah Subẖānahu wa Ta'ālā menciptakan Adam 'Alaihi sallam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 

Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam (tanah) yang Allah genggam dari semua penjuru bumi. Maka anak cucu Adam datang (tercipta) sesuai dengan kadar bumi. Di antara mereka ada yang tercipta dalam keadaan berkulit merah, putih, dan hitam, atau antara itu semua. Di antara mereka ada yanglembut, keras, buruk (perangainya), dan baik (perangainya).(Al-Albani, 2007)

Demikian pembahasan kita pada kali ini tentang  Penciptaan Manusia dalam Al-Quran yang dibahas dalam Al-Quran, semoga bermanfaat. Coretan Binder Hijau. Jangan lupa baca : Istilah Manusia di Dalam Al-Quran

Wednesday, June 15, 2016

Kultum Ramadhan : Persiapan Diri Menghadapi Puasa Ramadhan

Kultum Ramadhan menjadi suatu agenda yang spesial yang hanya dapat ditemukan dibulan barokah romadon. Di bulan ramadhan ini biasanya hampir setiap masjid sebelum atau sesudah menyelesaikan ibadah solat sunnah tarawih akan diadakan solat tarawih.

Bagi anda yang seorang muballigh yang tengah mencari materi dan contoh kultum yang akan dibawakan nanti tentu saja tidak cukup satu materi, karenanya Coretan Binder Hijau telah menyediakan beberapa materi, diantaranya yaitu :
dan pada kali ini CBH akan memberikan tema untuk ceramah singkat atau kuliah tujuh menit yang biasa disebut dengan kultum dengan judul : Persiapan Diri Menghadapi Puasa Ramadhan. Langsung saja berikut ini adalah materinya :


Kultum Ramadhan : Persiapan Diri Menghadapi Puasa Ramadhan 2016


Alangkah bahagianya kaum muslimin dengan kedatangan bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka. Bulan yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh segenap kaum muslimin.

Bulan yang sebelum kedatangannya Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah: “Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” Bulan dimana orang-orang saleh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya, Mualla bin al-Fadhl berkata: “Mereka (salaf) selama enam bulan berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.”

Kenapa mereka begitu bersungguh-sungguh memohon kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan? Mari kita dengarkan sabda Rasulullah Saw. ketika beliau memberi kabar para sahabatnya dengan kedatangan bulan Ramadhan: “Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh setan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada satu pun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru: “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi).

Rasulullah Saw. juga bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan di dalamnya puasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu langit, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan-setan. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang diharamkan kebaikan malam itu maka ia sungguh telah diharamkan (dari kebaikan).” (HR. Nasa’i dan Baihaki).

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali mengomentari hadits ini dengan perkataannya: “Hadits ini merupakan dasar dan dalil memberi ucapan selamat yang dilakukan kaum muslimin kepada muslimin lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan, bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu sorga? Bagaimana seorang mukmin tidak bergembira dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana orang yang berakal tidak bergembira dengan masa dimana setan-setan dibelenggu?” Hendaklah kita juga mencontoh para salaf dengan senantiasa berdoa kepada Allah agar disampaikan ke bulan Ramadhan yang penuh dengan berbagai macam keberkahan dan keutamaan tersebut.

Ramadhan adalah tamu istimewa. Adalah merupakan kewajiban bagi kita sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatanganya dengan suka cita dan memuliakannya. Ramadhan adalah anugerah Allah yang luar biasa. Ramadhan adalah kesempatan untuk menyiapkan masa depan kita di dunia dan akhirat; oleh karenanya kita mesti mempersiapkan kehadirannya dengan persiapan yang paripurna agar kita bisa sukses meraih gelar takwa dan mendapat janji Allah yaitu ampunan dan bebas dari api neraka.

Apa saja perkara yang harus dipersiapkan menjelang kedatangan tamu tersebut?

1) Niat yang sungguh-sungguh

Ketika Ramadhan menjelang banyak orang berbondong-bondong pergi ke pasar dan supermarket untuk persiapan berpuasa. Mereka juga mempersiapkan dan merencanakan anggaran pengeluaran anggaran untuk bulan tersebut. Tetapi sedikit dari mereka yang mempersiapkan hati dan niat untuk Ramadhan. Puluhan kali Ramadhan menghampiri seorang muslim tanpa meninggalkan pengaruh positif pada dirinya seakan-akan ibadah Ramadhan hanya sekedar ritual belaka, ssekedar ajang untuk menggugurkan kewajiban tanpa menghayati dan meresapi esensi ibadah tersebut, jika Ramadhan berlalu ia kembali kepada kondisinya semula.

Tancapkanlah niat untuk menjadikan Ramadhan kali ini dan selanjutnya sebagai musim untuk menghasilkan berbagai macam kebaikan dan memetik pahala sebanyak-banyaknya. Anggaplah Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terakhir yang kita lalui karena kita tidak bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Tanamkan tekad yang disertai dengan keikhlasan untuk konsisten dalam beramal saleh dan beribadah pada bulan Ramadhan ini. Ingat sabda Rasulullah Saw.: “Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan ikhlas maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”

2) Bertaubat dengan sungguh-sunguh.

“Setiap manusia adalah pendosa dan sebaik-baik pendosa adalah yang bertaubat” demikian sabda Rasulullah Saw. seperti yang diwartakan Ahmad dan Ibnu Majah.

Di antara karunia Allah adalah selalu mengulang-ulang kehadiran momen-momen kebaikan. Ada momen yang diulang setiap pekan, bulan, tahun dan lain-lain. Ramadhan adalah salah satu dari momen tersebut yang selalu datang setiap tahun. Ketika seorang hamba tenggelam dalam kelalaian karena harta benda, anak istri, dan perhiasan dunia lain yang membuat dia lupa kepada Rabbnya, terbius dengan godaan setan, dan terjatuh ke dalam berbagai macam bentuk maksiat datang bulan Ramadhan untuk mengingatkannya dari kelalaiannya, mengembalikannya kepada Rabbnya, dan mengajaknya kembali memperbaharui taubatnya. Ramadhan adalah bulan yang sangat layak untuk memperbarui taubat; karena di dalamnya dilipatgandakan kebaikan, dihapus dan diampuni dosa, dan diangkat derajat. 

Jika seorang hamba selalu dituntut untuk bertaubat setiap waktu, maka taubat pada bulan Ramadhan ini lebih dituntut lagi; karena Ramadhan adalah bulan mulia waktu dimana rahmat-rahmat Allah turun ke bumi. Mana para pendosa? Mana orang-orang yang melampaui batas? Mana orang-orang yang selalu bermaksiat kepada Allah siang malam? Mana orang-orang yang membalas nikmat Allah dengan maksiat, memerangi Allah di bumi-Nya, dan menentangnya dalam kekuasan-Nya? Segeralah bertaubat! Karena tak satu pun dari kita yang bersih dari dosa dan bebas dari maksiat. Pintu taubat selalu terbuka dan Allah senang dan gembira dengan taubat hambanya. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha adalah dengan meninggalkan maksiat yang dilakukan, menyesali apa yang telah dilakukan, dan berjanji untuk tidak kembali mengulangi maksiat tersebut, dan jika dosa yang dilakukannya berkaitan dengan hak orang lain hendaknya meminta maaf dan kerelaan dari orang tersebut.

3) Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan puasa dan ibadah Ramadhan lain.

“Menuntut ilmu wajib setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Ilmu yang Rasulullah Saw. maksudkan dalam hadits ini adalah ilmu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah yang Allah wajibkan kepada setiap hamba. Setiap muslim wajib mempelajari ilmu tersebut; karena sah atau tidaknya ibadah yang dilakukannya tergantung dengan pengetahuannya tersebut. Seorang yang ingin melakukan shalat wajib mengetahui syarat-syarat atau rukun-rukun atau hal-hal yang membatalkan shalat dan lain-lainya, agar shalatnya sesuai dengan tuntutan agama. Begitu juga bulan Ramadhan di bulan ini Allah mewajibkan kepada setiap muslim yang mampu untuk berpuasa. Maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk membekali dirinya dengan hal-hal yang berkaitan dengan syarat-syarat dan rukun-rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hal-hal yang dimakruhkan dan dibolehkan dalam puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan lain-lain supaya puasa yang dilakukannya sesuai dengan tuntunan syariah dan perbuatannya tidak sia-sia. Di samping pengetahuan yang berkenaan dengan puasa, pengetahuan-pengetahuan lain yang berkaitan dengan Ramadhan juga perlu seperti anjuran-anjuran, prioritas-prioritas amal yang harus dilakukan dalam Ramadhan, dan lain-lain agar setiap muslim dapat mengoptimalkan bulan ini sebaik mungkin.

4) Persiapan fisik dan jasmani.
Menahan diri untuk tidak makan dan minum seharian penuh selama sebulan tentu memerlukan kekuatan fisik yang tidak sedikit, belum lagi kekuatan yang dibutuhkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya, ditambah kekuatan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan beri’tikaf selama sepuluh hari di akhir Ramadhan. Kesemua hal ini menuntut kita selalu dalam kondisi prima sehingga dapat memanfaatkan Ramadhan dengan optimal dan maksimal. 

Melakukan puasa sunnah pada sebelum Ramadhan adalah salah satu cara melatih diri untuk mempersiapkan dan membiasakan diri menghadapi Ramadhan. Oleh karenanya Rasulullah Saw. mencontohkan kepada umatnya bagaimana beliau memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban, sebagaimana yang diwartakan Aisyah: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw. berpuasa selama sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (Muttafaq Alaih)

Inilah diantara hal-hal yang mesti dipersiapkan untuk menyambut datangnya bulan kesabaran ini.
Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan:

Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:

1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaliagus. Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.”

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran, dan berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur’an bisa dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di malam hari.

Dalam hadist di atas, mudarosah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, karena malam tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.

2. Shalat tarawih

Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Shalat tarawih atau qiyam Ramadhan tidak ada batasannya. Sebagian orang mengira shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat, sebagian lain mengira tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Hadits-hadits menunjukkan bahwa shalat malam adalah perkara yang luas, tidak ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Bahkan ada riwayat yang jelas mengatakan bahwa nabi Saw. pernah shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.”

3. Memperbanyak doa

Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)

5. Bersedekah

Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.“

Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.

Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.”

Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas dari neraka.” Amin

Saturday, April 30, 2016

Hikmah Zakat : Cara Rasulullah Hormati Orang Miskin

Hikmah Zakat | Zakat merupakan kewajiban bagi umat muslim. Begitu pentingnya zakat. dan banyak sekali hikmah atau ibhrah yang dapat kita ambil melalui zakat ini. Beberapa hikmah yang dapat kita ambil yaitu saling berbagai kepada mereka yang tidak mampu.

Sahabat, baca juga :
Hadits Tentang Zakat Fitrah Beserta Artinya

Begitu juga dengan kisah ini. Kisah yang menceritakan bagaimana cara Rasulullah Hormati Orang Miskin.

Hikmah Zakat : Cara Rasulullah Hormati Orang Miskin

Cara Rasulullah Hormati Orang Miskin

Rasa cinta mendalam kepada Nabi Muhammad SAW juga dimiliki seorang budak perempuan bernama Barirah. Perempuan miskin ini berharap sekali Rasulullah dapat berkunjung ke gubuknya. Belum ada keberanian untuk mengundang karena di rumah reyot itu memang tak tersedia apa-apa.

Suatu saat Barirah menerima makanan cukup mewah dari salah seorang sahabatnya. Makanan lezat semacam ini belum pernah ia nikmati seumur hidup. Sebelum mencicipi, tiba-tiba batinnya melintaskan sesuatu: Selagi ada, sebaiknya makanan ini disuguhkan untuk orang istimewa yang selama ini ia rindukan, Rasulullah SAW.

Begitu diundang, Rasulullah pun datang bersama para sahabatnya. Sahabat Nabi yang menyaksikan hidangan enak dan mahal itu tiba-tiba berpikir, budak perempuan ini tak mungkin membelinya sendiri.

“Wahai Rasulullah bisa jadi ini makanan zakat atau sedekah. Sedangkan engkau tidak boleh memakan zakat dan sedekah. Jadi Engkau jangan memakannya, ya Rasulullah,” kata sahabat.

Kecintaan Barirah yang menggebu membuatnya lupa bahwa Rasulullah tak menerima zakat dan shadaqah. Mendengar ucapan sahabat tersebut, hati Barirah seolah meledak. Perasaan takut, gelisah, malu, dan sedih kini merusak kegembiraannya. Menyajikan hidangan yang diharamkan bagi Rasulullah adalah kesalahan fatal.

Dalam kondisi ini, Rasulullah menampilkan kemuliannya. Dengan lembut dan bijak beliau berucap, “Makanan ini memang sedekah untuk Barirah, dan karenanya sudah menjadi milik Barirah. Lalu Barirah menghadiahkannya kepadaku. Maka aku boleh memakannya.”

Kemudian Rasulullah SAW pun memakannya tanpa segan. 

Hikmah Zakat

↓↓↓

Demikian Cara Rasulullah Hormati Orang Miskin. Semoga saja dengan cerita diatas dapat membuat kita lebih mengerti mengenai betapa pentingnya zakat itu.

Berbagi kepada mereka yang kurang mampu, mungkin yang kita bagikan adalah hal kecil, namun sangat berarti bagi mereka.

Bagikan artikel ini untuk membagikan manfaat didalam  Cara Rasulullah Hormati Orang Miskin.

#Ibrah : Ketegasan Abu Bakar Soal Zakat

Assalamualaikum, kali ini coretan binder hijau ingin mengajak sahabat untuk mengambil hikmah ataupun ibrah dari salah satu sosok sahabat sekaligus salah satu Khalifah yakni Abu Bakar R.a mengenai ketegasan beliau dalam pelihal zakat.  Semoga dengan postingan ini kita semua menjadi Umat Islam yang mengerti betapa pentingnya zakat ini.

Ibrah : Ketegasan Abu Bakar Soal Zakat

#Ibrah : Ketegasan Abu Bakar Soal Zakat

Sewaktu Sahabat Abu Bakar menjadi khalifah menggantikan Rasulullah SAW, maka ia adalah seorang yang sangat tegas dalam menarik zakat kepada para saudagar dan orang-orang kaya yang telah memiliki banyak kelebihan harta.

Khalifah Abu bakar tercatat senantiasa bertindak tegas kepada siapa pun yang membangkang membayar zakat. Pada zaman itu, negara bertindak sebagai satu-satunya pihak yang berhak mendistribusikan dana zakat yang diperoleh dari para penyetor zakat. Pada waktu itu belum tersedia jasa swasta untuk menyalurkan zakat. Karenanya, jika tidak dibagikan sendiri secara langsung kepada orang-orang yang berhak, tentu negara lah yang akan mengambil alih pengelolaannya.

Sahabat Abu Bakar RA selalu bertintak sesuai prosedur yang telah disepakati oleh nagara, pertama-tama dikirimkanlah surat kepada setiap gubernur yang membawahi daerah-daerah kekuasaan Islam untuk menyiapkan perangkat-perangkat penarik zakat. Mulai dari personil, perlengkapan hingga patung hukum yang dapat membantu pelaksanaan penarikan zakat tersebut.

Dalam surat-suratnya tersebut, Abu Bakar menyatakan bahwa zakat adalah ibadah wajib (fardhu) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW kepada kaum muslimin yang telah memenuhi kualifikasi.

Termasuk surat-surat Abu Bakar selalu menyebut bahwa zakat harus diberikan menurut kadar kebutuhan seseorang. Abu Bakar melarang keras untuk memberikan zakat melebihi ketentuan semestinya. Ia melarang setiap amil zakat untuk memberikan jatah zakat diluar ketentuan, meskipun mereka memintta lebih. (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Daud, Al-Bukhari dan ad-Daraquthni)

Ketika sepeningal Rasulullah ternyata orang-orang Arab, kembali menolak membayar zakat, maka Abu Bakar segera berunding dengan sahabat Umar RA. Tentang tindakan apa yang harus mereka ambil terhadap para pembangkang tersebut. Apakah mereka dapat diperangi karena menolak membayar zakat?

Karena dimintai pendapat oleh Khalifah, maka Umar pun angkat bicara, “Demi Allah, tiada lain yang aku lihat selain Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, maka aku pun tahu bahwa Abu Bakar berada pada posisi yang benar.” (HR. Abu Daud, shahih)

↓↓↓

Demikian artikel mengenai  Ketegasan Abu Bakar Soal Zakat, semoga saja bisa kita ambil pelajaran untuk terus mengembangkan pengetahuan kita mengenai Islam. Khusunya dalam hal zakat. Jangan lupa bagikan artikel ini untuk membagikan manfaat kepad yang lain..

Materi Ceramah Kultum Ramadhan : Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan

Materi Ceramah Kultum Ramadhan | Bismillahirrahmanirrahim, pada saat Coretan Binder Hijau mempublikasikan postingan ini masih berada di bulan sya'ban. Namun gema dan rasa bahagia atas kedatangan bulan Ramadhan sudah saya rasakan, mungkin itu juga terjadi kepada sahabat sekalian. Terbukti, sahabat dengan antusias menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan mencari referensi mengenai seluk beluk kemulyaan bulan ramadhan seperti materi kultum kali ini.

Materi Ceramah Kultum Ramadhan


Di tahun 2016, Bulan ramadhan insyaAllah jatuh sekitar tanggal 6 Juni - 5 Juli 2016. dan saat ini memang waktu yang tepat bagi sahabat penceramah untuk mengumpulkan bahan materi untuk ceramah di Bulan Ramadhan 2016. salah satu yang akan saya bagikan yaitu berjudul "Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan".  Sahabat, baca juga materi kultumlainnya yang ada di blog ini yang berjudul :

Ceramah Kultum Ramadhan : Kesalahan Orang Berpuasa
Contoh Kultum Ramadhan : Kunci Sukses Ramadhan


Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan

Bulan puasa adalah bulan paling tepat untuk memawas diri. Bulan bermuhasabah menghitung kekurangan dan kesalahan diri. Pada dasarnya manusia memiliki potensi diri untuk mengenal Allah yang Maha Ghaib, bahkan berkomunikasi dengan-Nya. Inilah yang terjadi dengan Bapak kita Adam Alaihis Salam sebelum terjerembab dalam godaan syaitan dengan memakan buah huldi yang terlarang. Maka setelah kejadian itu Allah swt menurunkan tirai ghaib, sehingga manusia terasa susah mengenal Allah Yang Maha Ghaib, apalagi berkomunikasi denganNya. Padahal kewajiban pertama manusia menurut aqidah adalah mengenal Allah. Sebagaimana yang diterangkan oleh Ibn Ruslan dalam Zubadnya.

أول واجب على الإنسان معرفة الإله باستيقان

Bahwa kewajiban utama manusia adalah mengenal Allah (tuhannya) dengan penuh keyakinan

Lantas bagaimanakah kita bisa mengenal Allah sedangkan kita masih dalam keadaan termahjub sebagaimana kondisi Nabi Adam setelah makan buah terlarang? Di sinilah hikmah adanya Ramadhan. Ramadhan menjadi salah satu momentum terpenting bagi manusia untuk mengembalikan potensi yang pernah hilang. Menemukan kembali kemampuan manusia berkomunikasi dengan Allah secara langsung. Lalu Bagaimana Ramadhan mampu menjadi momentum pengembalian potensi diri yang pernah hilang dari manusia ini?

Kaum muslimin yang berbahagia ...

Pada hakikatnya puasa merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki sejarah sangat panjang. Sebelum Allah swt mewajibkan puasa kepada umat muslim melalui Rasulullah saw, puasa telah menjadi tradisi umat-umat terdahulu. Meskipun waktu dan tata cara puasa mereka berbeda dengan puasa umat muslim seperti kita yang harus dibatalkan ketika matahari terbenam dan kembali puasa bersama terbitnya fajar berturut-turut selama satu bulan.

Seperti halnya Nabi Daud as, beliau melaksanakan puasa dalam waktu setengah tahun secara bergantian. Artinya satu hari puasa dan satuhari berbuka. Al-Qurthubi, dalam kitab al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, menyebutkan bahwa Allah telah mewajibkan, puasa kepada Yahudi selama 40 hari, kemudian umat nabi Isa selama 50 hari. Mengapa demikian, karena berpuasa merupakan jalur singkat mengenal Allah swt.

Sesungguhnya lemahnya fisik yang timbul ketika berpuasa merupakan, kondisi yang sangat ideal untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena dengan fisik yang lemah, akan surutlah segala macam keinginan dan nafsu manusiawi. Dan ketika manusia telah terbebas dari nafsu, maka ia akan menjadi suci dan mudah berkomunikasi dengan Allah Yang Maha Suci.

Berpuasa yang menjadikan lemahnya fisik, merupakan jalur termudah untuk membunuh dan mengurangi nafsu yang secara otomatis bisa dimanfaatkan untuk mempermudah diri mendekati Allah swt. Karena itu puasa hendaknya benar-benar dijadikan momentum melaparkan diri agar terasa lemas. Janganlah puasa selalu diisi dengan tidur karena tidur akan menghilangkan rasa lapar.

Karena itulah sebagian para sufi membiasakan lapar, karena lapar merupakan bentuk mujahadah memerangi hawa nafsu. Menahan diri dalam keadaan lapar merupakan latihan kecil  berjihad melawan nafsu dan keinginan. Jika seorang hamba telah berhasil melawan nafsunya, maka dia akan mudah berkomunikasi dengan Allah swt.

Kaum muslimin yang berbahagia ...

Selain berfungsi sebagai momentum melaparkan diri, puasa Ramadhan juga merupakan momentum penambahan daya ke-imanan. Sesungguhnya dalam puasa terdapat dua kejadian yang luar biasa yaitu Nuzulul Qur’an dan Laylatul Qadar. Sesungguhnya dua hal ini merupakan peristiwa besar yang sama-sama berhubungan dengan keimanan, yaitu iman kepada yang ghaib. Bukankah Malaikat Jibril yang datang membawa wahyu pertama adalah makhluk mulia yang tercipta dari cahaya dan tidak bisa diindrai oleh mata biasa?, bukankah ayat pertama yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw masih berupa bunyi, bukan al-qur’an yang tercetak secara fisik?

Sementara itu laylatul qadar yang merupakan momen diturunkannya al-qur’an oleh Allah dari Lauhil mahfudh ke baitul izzah benar-benar terjadi tidak di alam nyata dunia ini yang kita tempati. Tetapi di suatu ruang mulia yang hanya Allah lah yang mengetahuinya. Dan hanya Allah pula yang tahu pola penuunan serta waktunya, sehingga manusia hanya bisa memprediksi di  malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Sengguuh keduanya adalah kejadian luar biasa yang ada di bulan ramdhan ini pantaslah mereka yang tahu akan kelebihan dan fadhilahnya terasa tidak ingin ketinggalan dan terlena, karena keduanya merupakan barang paling berharga yang tiada duanya.

Kaum muslimin yang berbahagia ...

Diantara nilai lebih Lailatul Qadar adalah harganya yang lebih baik dari 1000 bulan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadar: 3).

Artinya segala macam bentuk ibadah pada malam laylatul qadar nilainya lebih baik dari amalan di 1000 bulan. Siapakah yang tidak ingin satu amalnya bernilai lebih dari seribu? Pantaslah mereka yang mendapatkan malam qadar pastilah kehidupannya akan penuh dengan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

 إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).

Keberkahan dibawa trun langsung oleh para malaikat dan malaikat Jibril khususnya

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril” (QS. Al Qadar: 4)

Para maliakat itu turun mengitari mereka yang sedang membacakan Al Qur’an, mereka akan mengitari orang-orang yang berada dalam majelis dzikir -yaitu majelis ilmu-. Dan malaikat akan meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena malaikat sangat mengagungkan mereka.

Malam inilah malam penuh keselamatan. Malam yang tiada satupun setan berani bertindak dan menggoda. Sebagaimana diterangkan dengan ayat

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْر

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al Qadr: 5)

Dan yang terpenting adalah malam itu malam pengampunan dosa-dosa. Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Demikianlah semoga Allah memberikan kita petunjuk dan hidayahnya, semoga Allah memberi kita nikmat berkomunikasi langsung dengan-Nya dan memudahkan kepada kita mendapat nikmat malam qadar-Nya amien. 

Materi Ceramah Kultum Ramadhan

Demikianlah kurang lebihnya mengenai materi kultum ramadhan 2016 kali ini. Semoga saja dengan beradanya kita dibulan ramadhan menumbuhkembangkan rasa semangat kita untuk mengenal Allah lebih dan lebih. Tak hanya dibulan ramadhan, melainkan juga nanti dibulan lain selain ramadhan, kita terus bersemangat untuk dekat dengan Allah.

Terimakasih atas kunjungannya, jangan lupa bagikan postingan ini ke sosial media sahabat sekalian. Semoga yang membagikan postingan ini dapat mengambil keberkahan dengan terus Materi Ceramah Kultum Ramadhan : Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan. Amiin ya Rabbal Alamin...

Saturday, September 14, 2013

Istilah Manusia di Dalam Al-Quran

Istilah Manusia di Dalam Al-Quran - Manusia merupakan makhluk Allah yang paling tinggi derajatnya dibanding makhluk lain. Itu terbukti, Di dalam kitab suci Alquran sebagai kitab penghulu dari segala kitab,  di dalamnya, Allah SWT menggunakan beberapa istilah yang pada dasarnya ayat Al-Quran tersebut menjelaskan tentang apa saja konsep manusia, bahkan istilah-istilah itu disebutkan lebih dari satu kali. Istilah-istilah manusia dalam Alquran memiliki arti yang berbeda-beda. Berikut 5 istilah 'manusia' dalam Alquran, Sebaaimana dihimpun oleh coretan binder hijau dari berbagai sumber :

Artikel terkait : Penciptaan Manusia dalam Al-Quran

1. Al Basyr, Istilah ini menunjukkan makna bahwa manusia adalah anak keturunan Nabi Adam as dan makhluk fisik yang juga membutuhkan makan serta minum. Kata 'basyar' sendiri disebutkan sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan hanya sekali dalam bentuk 'mutsanna' atau 'jama'. Sebagai makhluk yang bersifat fisik, manusia tidak jauh berbeda dengan makhluk biologis lainnya. Kehidupan manusia terikat dengan kaidah prinsip kehidupan biologis seperti berkembang biak.

2. Al Insan, memiliki arti melihat, mengetahui, dan minta izin. Istilah ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan menalar dan berpikir dibanding dengan makhluk lainnya. Manusia dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilihatnya, mengetahui yang benar dan yang salah, serta dapat meminta izin ketika menggunakan sesuatu yang bukan miliknya. Manusia dalam istilah ini merupakan makhluk yang dapat dididik, memiliki potensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. 

3. Al Nas, menunjukkan fungsi manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia harus menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya. Dari awal terciptanya, seorang manusia berawal dari sepasang laki-laki dan wanita. Ini menunjukkan bahwa manusia harus hidup bersaudara dan saling membantu.

4. Bani Adam. Manusia dalam istilah ini memiliki arti keturunan Adam. Istilah ini digunakan untuk menyebut manusia bila dilihat dari asal keturunannya. Istilah 'Bani Adam' disebutkan sebanyak 7 kali dalam 7 ayat Alquran. Penggunaan kata 'Bani Adam' menunjuk pada arti manusia secara umum. Terdapat tiga aspek yang perlu dikaji bila melihat manusia dengan istilah ini. Pertama, berbudaya sesuai dengan ketentuan Allah, misalnya dengan berpakaian yang menutup aurat. Kedua, saling mengingatkan dengan manusia lain agar tidak terjerumus dalam perbuatan dosa. Ketiga, memanfaatkan semua yang ada di alam untuk beribadah.

5. Al Ins, meiliki arti tidak liar atau tidak biadab. Istilah Al Ins berkebalikan dengan istilah al jins atau jin yang bersifat metafisik dan liar. Jin hidup bebas di alam yang tidak dapat dirasakan dengan panca indra. Berbeda dengan manusia yang disebut menggunakan istilah al ins. manusia adalah makhluk yang tidak liar, artinya jelas dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kata Al Ins disebutkan sebanyak 18 kali dalam Alquran, masing-masing dalam 17 ayat dan 9 surat.

Sunday, September 1, 2013

Mari Hidupkan yang Hidup Menjadi Lebih Berarti

Hidup dan Kehidupan!, ya inilah yang sedang kita nikmati, ini yang sedang dijalani, selagi masih terasa hembusan dan tarikan nafas. Inilah sebuah perjalanan yang sesungguhnya kita tidak tahu ahir perjalanan ini akan berujung. Telah banyak orang yang mencoba untuk mengartikan apa itu hidup. Hidup adalah sebuah perjuangan menghadapi masalah yang ada. Hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang mesti dilalui. Hidup adalah saat dimana kita harus mempersiapkan perbekalan. Dan masiiiiiiiiiiih banyak lainnya artian dari orang mencoba mengartikan hidup dan kehidupan, Namun, layaknya sebuah defenisi muncul yang berasal dari fikiran manusia justru membuat pengartian hidup dan kehidupan semakin kabur. Jelaslah, bahwa makna yang terkandung dalan hidup dan kehidupan tersebut sangat berkolerasi dengan subyektifitas manusia yang selalu berada dari setiap individu satu dengan yan lain.

Mari Hidupkan yang Hidup Menjadi Lebih Berarti

Ketika hidup berisi kebahagiaan maka hasrat untuk hidup lebih lama yang muncul, tetapi disaat cobaan menjadi sahabat kita maka kitalah orang yang paling menderita dan seakan ingin hidup ini segera berakhir. Begitulah kita, nurani manusia. Mungkin hati kita lebih sering berprasangka buruk dalam menyikapi segala dinamika hidup ini, dibandingkan berbaik sangka. Ketika dibebani amanah, yang ada adalah prasangka kita kepada orang yang tidak memiliki beban. Ketika di coba, kita berandai-andai menjadi orang yang tidak mendapat cobaan. Ketika sakit kita dengan iri pada yang sehat. Bisa dibayangkan apabila hati kita dipenuhi dengan noda-noda prasangka, bahkan sang hati tak mampu menanggung beban tersebut tentu bukan kita orang yang dipenuhi noda-noda hati. Tetapi cobalah melihat sekeliling kita banyak orang yang bingung menjalani hidup ini dan memilih jalan pintas sebagai jalan keluar.

Memilih kebahagiaan menghindari kesedihan, maka ketidak seimbangan yang terjadi adalah suasana yang kita wujudkan. Bukan berarti itulah satu-satunya pilihan hidup yang kita miliki. Itulah makna ujian mengeluarkan sifat dasar kita sebagai insan manusia. Tahan terhadap ujian! Apapun yang kita hadapi pilihan kita adalah menghadapi dan kita terjebak dalam ketidaktahuan dalam menyikapi permasalahan karena selamanya manusia tidak akan terhindar dari permasalahan. 

Menghadapi permasalahan dengan marah hanya untuk menyelesaikan permasalahan, tetapi yang utama adalah bagaimana menyikapi permasalahan itu sendiri. Jawabannya adalah kesabaran, terdengar klise memang. Tetapi kesabaranlah yang membawa manusia menjadi manusia. Karena makna kesabaran disini tidak melihat dari sisi bahwa manusia harus pasif, atau berdiam diri dari setiap episode kehidupan yang dihadapi. Kesabaran menuntun kita untuk selalu tabah menerima semua ketentuan Yang Maha Memberikan Kehidupan. Tidak menyesali diri, tetapi segala permasalahan hidup yang akhirnya membawa kita ke dalam rengkuhan Ilahi, mendekat, menggantungkan segala apa yang terjadi hanya kepadaNya, dan berusaha untuk bangkit, yakin bahwa hidup ini dapat berubah.

Setidaknya itulah yang akan berkamuflase menjadi sebuah energi besar sehingga kita berani menatap hidup ini. Karena memang hidup ini sangat indah, begitu banyak karya seni yang bisa kita wujudkan, dan kenapa tidak kita menikmati hidup ini dengan senikmat-nikmatnya. Itulah seharusnya defenisi hidup dan kehidupan yang kita buat. Kamu setuju??? Bahwa hidup dan kehidupan adalah refleksi kasih sayang Allah kepada hambaNya. Alangkah ruginya kalau memang waktu yang sesaat ini kita menghabiskan waktu hanya untuk menyesali hidup. Bergerak, bangkit dan hidupkan hidup ini dengan berbuat sesuatu yang terbaik, pilihan ini yang seharusnya kita pilih. 

Monday, July 15, 2013

Zakat Fitrah


Zakat  Fitrah  merupakan suatu kewajiban yang difardhukan oleh Rasulullah – Shalallahu’alaihi wa sallam - ketika menjelang hari raya idul Fitrah di bulan Ramadhan. 
Abdullah bin Umar –radhiyallahu ‘anhuma- berkata:  

“Rasulullah –sallallahu alaihi wa sallam- mewajibkan zakat Fitrah  pada bulan  Ramadhan, kepada orang-orang muslim,  baik itu hamba sahaya, orang yang merdeka,  laki-laki, perempuan, muda
dan tua”. (muttafaqun ‘alaihi)

Dan Zakat Fitrah itu berupa 1 Sho’ ( + 2,5 kg atau 3 liter. Pent.)  makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh kalangan mereka. Abu Sa’id Al-Khudry  –rahimahullah berkata:  

“Ketika zaman  Rasulullah  dahulu, kami mengeluarkan zakat ketika menjelang Idul  Fitri  1 Sho’ makanan pokok, dan ketika itu makanan pokok kami adalah gandum, kismis, keju dan Kurma”. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhori).

Dengan demikian zakat berupa uang tunai, permadani, pakaian, hewan ternak, perhiasan dan semisalnya tidak sah, karena hal itu bertentangan dengan  tuntunan  yang telah Rasulullah contohkan. Rasulullah  bersabda: barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami maka amalan itu tertolak .(HR. Bukhari)

Dalam bahasa Arab  Roddun  sama dengan  Mardudun ‘alaihi yang berarti tertolak. Dan Jika ditimbang maka satu Sho’ itu sekitar dua kilo empat puluh gram gandum yang bagus. Begitulah kiranya 1 Sho’ Nabi yang telah beliau wajibkan kepada umatnya sebagai Zakat Fitrah. Zakat  Fitrah  itu wajib dikeluarkan sebelum Sholat Idul Fitrah,  utamanya  adalah pada hari idul  Fitrah  namun sebelum dilaksanakannya Sholat ‘Ied. Atau sehari atau dua hari sebelumnya saja. Dan tidak sah jika zakat itu ditunaikan setelah Sholat ied, sebagaimana  hadist  yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas –radhiyallahu anhuma-

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Zakat Fitrah  itu diwajibkan untuk membersihkan orang yang tengah berpuasa dari dosa perbuatan/perkataan yang sia-sia dan keji, dan makanan untuk orang-orang miskin, barang siapa yang menunaikannya sebelum Sholat ied maka  zakatnya sah  dan diterima, namun apabila zakat itu dikeluarkan setelah Sholat ied maka itu dihitung sebagai  sodaqoh  yang biasa.  (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Akan tetapi jika tidak mengetahuinya kecuali setelah hari raya ataupun dia berada disuatu tempat atau  negara  dan tidak dijumpai seseorang pun yang berhak untuk dizakati, maka dibolehkan menunaikannya setelah  sholat  ied sampai memungkinkan untuk membagikannya.

Waallahu a’lam. Sholawat serta salam tercurah atas nabi Muhammad dan keluarga serta para sahabatnya.(Zakat Fitrah)

Referensi : Islamhouse.com

Sunday, June 30, 2013

Ceramah Kultum Ramadhan : Kesalahan Orang Berpuasa

Ceramah Kultum Ramadhan  | Assalamualaikum, Menjelang penutupan bulan juni 2013, atau sya'ban coretan binder hijau kembali berbagi mengenai materi ceramah kultum ramadhan, yang pada sebelumnya saya juga sudah berbagi mengenai contoh kultum ramdhan yang berjudul kunci sukses ramadhan. Pada kali ini saya akan berbagi kembali, demi memberikan sedikit referensi ceramah kultum ramdhan yang tak berapa lama lagi, kita akan menghadapi bulan suci ramadhan. Semoga bermanfaat.

Judul Kultum Terbaru : Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan

Ceramah Kultum Ramadhan : Kesalahan Orang Berpuasa

Kesalahan Orang Berpuasa  

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah meringankan hati kita dan memudahkan langkah kita bertemu dalam majelis ini. Semoga keselamatan dan kedamaian  tercurah kepada nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat yang mulia, serta penerus  risalahnya hingga hari akhir nanti.

Kaum muslimin yang berbahagia ...
Sesungguhnya setiap ibadah mempunyai dua potensi yang selalu beriringan satu sama lainnya.  Satu sisi sebuah ibadah mungkin akan menjadi ladang pahala kita yang akan kita panen di  kampung akhirat nanti. Tapi sisi lain, jika kita tidak memenuhi syarat, adab dan rukunnya bisa  jadi sebuah ibadah justru menjadi fitnah bagi kita di hari akhir nanti. Naudzu billah min dzalika ...

Contoh yang paling jelas dalam masalah ini terdapat dalam sebuah ayat yang sudah sama-sama  kita hafal bersama, dalam surat al-Maun disebutkan ancaman Allah SWT kepada orang-orang  yang shalat. Allah berfirman dalam kitabnya yang mulia :

“ Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari  salatnya” (QS Al Maun 3)

Ayat di atas begitu lugas mengingatkan pada kita bahwa sholat bisa menjadi fitnah dan ancaman di akhirat nanti saat kita menjalankan tidak sesuai aturannya.

Kaum muslimin yang berbahagia ...
Lalu bagaimana dengan ibadah puasa Ramadhan kita ? Apakah ada ancaman tentang puasa  yang kita jalankan ? Sungguh setidaknya ada dua dalil yang juga mengingatkan kita dengan  gamblang tentang bahayanya orang berpuasa jika tidak memenuhi adab dan aturannya. Dalil  pertama, Rasulullah SAW telah memberikan prediksi bagaimana banyak orang yang berpuasa  tanpa hasil apapun keculai hanya lapar dahaga. Beliau bersabda dari lisannya yang mulia :

                                                                          َ    َ    َ              ْ                   َ     َ
                                                 .  رھسلا  إ ه مايق  نم ه ل  سيل  مئاق  برو ،  عوجلا  إ ه مايص  نم ه ل  سيل  مئاص  برُ ْ

“ Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali  hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan  apa-apa selain begadang saja” (HR An-NAsai)

Dalil di atas seharusnya menjadi warning atau peringatan dini bagi kita dalam meniti hari-hari  Ramadhan kita, agar tidak termasuk golongan yang celaka dalam arti berpuasa tanpa pahala.  Peringatan berikutnya adalah dalam lafadz doa Jibril alaihissalam, dimana ia mendoakan  keburukan kepada mereka yang mendapati Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan dari Allah  SWT. Diriwayatkan dalam hadits yang panjang :

“Dari Abu Hurairah: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam naik mimbar lalu bersabda: ‘Amin,  Amin, Amin’. Para sahabat bertanya : “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?”  

Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kepadaku: ‘Allah melaknat seorang hamba  yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian  Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih  hidup, namun tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua)’,  maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorang hambar yang  tidak bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin” (HR Ibnu Khuzaimah  dishahihkan oleh Albani )  
  
Naudzu billah tsumma naudzu billah ... ibaratnya dalam pepatah bahasa kita, sudah jatuh  tertimpa tangga. Tidak mendapatkan ampunan dalam ramadhan sudah merupakan musibah  luar biasa, belum lagi ditambah doa laknat dati Jibril alaihissalam yang diaminkan oleh  Rasulullah SAW yang mulia ..!. Semoga kita tidak termasuk dalam dua golongan yang disebutkan  dalam dua hadits yang saya sebutkan di atas.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Rasanya menjadi penting bagi kita untuk mengetahui mengapa orang yang berpuasa bisa  mendapat kecelakaan yang sedemikian buruk semacam itu. Setidaknya ada empat kesalahan  orang berpuasa yang bisa menjerumuskan mereka dalam dosa dan kehinaan,  mari bersama  merenungkannya.   
  
Pertama : Mereka yang berpuasa tanpa keikhlasan  
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang sudah sangat populer di telinga kita : 

Innamal  a’maalu binniyaaat. Yaitu : Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya ( HR Muttafaqi Alaih).  

Maka berpuasa tanpa keikhlasan ibaratnya surat perjanjian tanpa stempel  dan materai, menjadi tidak berlaku dan sia sia begitu saja. Pertanyaannya adalah, puasa  semestinya melatih orang untuk ikhlas, karena ia merupakan ibadah antara seorang hamba dan  Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :  

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali  puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya, (H.R.  Bukhari).  
  
Tapi sungguh sayang sekali, ternyata masih ada yang ternoda keikhlasannya dalam berpuasa  karena godaan riya, harta maupun kecenderungan diri pribadi. Puasa diliputi riya, karena ingin  dianggap, dihargai dan dipuji orang lain sebagai orang yang berpuasa. Bisa jadi karena ewuh  pakewuh dengan mertua, atau takut dengan pimpinan di kantor, atau mungkin ingin eksis di  tengah rekan sejawat. Semua itu sungguh meluruhkan pahala puasa yang mulia.  Ada pula orang  yang  berpuasa karena mengincar harta, mungkin saja ini lebih banyak terjadi pada anak-anak  kita yang mengidamkan hadiah dari para orangtua saat lebaran nanti, karena mampu  

menyelesaikan puasa dengan sempurna. Selain itu, ada juga yang berpuasa dengan  bersemangat, bukan karena kewajiban semata tetapi juga karena keinginan pribadi untuk diet  dan menurunkan berat badan. Sungguh ini semua jika tidak dihapus dalam hati, akan mengotori  keikhlasan puasa kita, dan kita terjerumus dalam golongan mereka yang berpuasa tanpa pahala.  
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Yang kedua adalah mereka yang berpuasa tanpa ilmu. Tidak mengetahui mana yang membatalkan dan mana yang tidak. Maka mereka menjalani puasa tanpa aturan, atau  memahami tidak dengan sepenuhnya benar. Akibatnya, puasa mereka menjadi begitu rapuh  dan tanpa makna. Menyangka telah melakukan hal yang benar padahal sejatinya salah.  Dari  Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan  dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah). 

Maka marilah meningkatkan kualitas ibadah puasa kita dengan memahami sepenuhnya hukum-hukum seputarnya. Mari terus membaca, mengkaji dan bertanya, agar bisa menjalankan seluruh  rangkaian ibadahnya dengan keyakinan yang nyaris sempurna. 
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Golongan orang berpuasa yang celaka ketiga adalah merkea yang berpuasa hanya dari makan minum dan berhubungan badan semata, dan merasa bahwa dengan itu mereka sudah  memenuhi semua ketentuan dan tuntutan puasa.  Barangkali kita perlu mengingat lebih dalam  himbauan rasulullah SAW berkaitan dalam masalah ini :  

                                                     ه بارشو ه ماعط  عَدي  نأ يف ةجاح    سيلف ه ب  لمعلاو  روزلا  لوق  عَدي  مل  نم ُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah SWT  tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya”  (HR Bukhori)  

Mereka dalam masalah ini berpuasa tetapi tidak mampu menundukkan nafsu dan emosinya.  Maka mereka menodai siang hari ramadhan dengan lisan yang tak terjaga dari ghibah, marah  dan berkata dusta, atau anggota badan yang tidak terjaga dari dosa dan kemaksiatan.
  
Kaum muslimin yang berbahagia ..  
Yang keempat adalah mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh kemalasan, dalam  arti tidak menyadari kemuliaan bulan Ramadhan yang bertaburan berkah. Mereka tidak  menyadari dan memahami bahwa Ramadhan bukan hanya bulan puasa saja, tetapi lebih dari itu  ia adalah bulan musim kebaikan yang disyariatkan banyak amal kebaikan. Rasulullah SAW  bersabda tentang bulan mulia ini : 

“(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu  neraka, syetan-syetan dibelenggu. Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan,  sambutlah. Wahai pencari kejahatan, berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan (  HR Ahmad)   
  
Golongan ini berpuasa tetapi tidak menjalankan tarawih, tilawah dan tadarus. Tidak pula  berusaha untuk bersedakah, memberi berbuka pada orang yang berpuasa. Atau tidak pula  menyempatkan diri untuk i’tikaf dan amal kebaikan secara umum. Mereka hanya berpuasa dan  menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan di siang hari, lalu makan pestapora di  malam hari.  
  
Akhirnya, semoga kita terhindar dari peringatan Rasulullah SAW tentang mereka yang berpuasa tapi sia-sia dalam pahalan dan keutamannya. Semoga Allah SWT menjaga kita agar tidak  terjerumus dalam empat golongan mereka yang berpuasa tapi celaka. Wallahu a’lam bisshowab 

Materi Ceramah Kultum Ramadhan

Baca Juga Judul Kultum Terbaru : Semangat Mengenal Allah di Bulan Ramadhan

Demikian sedkit materi ceramah kulum ramadhan yang membahas seputar kesalahan orang yang berpuasa. Semoga dengan materi ini dapat memberikan wawasan ilmu pengetahuan Islam, mengenai bagaimana, mengapa dan apa yang harus diperbuat selama bulan ramadhan, terkhusus pada amalan wajib ramadhan yakni berpuasa. Mohon maaf atas kesalahan dalam pengetikan, maupun dalam penyampaian kata-kata postingan yang berjudul Ceramah Kultum Ramadhan : Kesalahan Orang Berpuasa ini. Dan selamat berpuasa.

Tuesday, June 25, 2013

Contoh Kultum Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim. Wah udah lama gak update postingan, soalnya beberapa hari kemaren lagi ujian. Oke deh, kali in saya sebagai admin coretan binder hijau ingin mosting yang berbau ramadhan, kan beberapa hari lagi kita akan berjumpa kembali kepada bulan yang paling di tunggu-tunggu, apalagi yak kalau bukan Ramadhan, mm, postingan dengan judul Contoh Kultum Ramadhan ini dilatar belakangi karena saya teringat masa-masa saat sekolah, pas bulan ramadhan pasti ada tugas sekolah yang mewajibkan saya untuk kultum, hehe, ALhamdulillah deh, sampai sekarang saya masih ingat. Buat temen-temen yang lagi ditugasin buat kultum ramadhan jangan takut yah, semangat, karena hal ini yang kan membuat kita cakap dalam berbicara nantinya. Langsung saja

Contoh Kultum Ramadhan

Kultum Ramadhan

Kunci Sukses Ramadhan

Segala puji hanyalah bagi Allah semata, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah pada nabi junjungan kita : Muhammad SAW, yang senantiasa kita harap syafaatnya pada hari kiamat kelak. Begitu pula kepada para sahabat dan keluarga beliau yang mulia, serta seluruh pengikut risalahnya hingga akhir nanti. Kaum  uslimin yang dirahmati Allah SWT. Sesungguhnya bulan Ramadhan yang mulia ini akan terasa begitu singkat. Hari-harinya akan berlalu begitu cepat, meninggalkan kita penuh penyesalan jika tidak segera tersadar untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan. Isyarat begitu dalam tentang hari-hari Ramadhan kita dapatkan setelah ayat perintah kewajiban berpuasa, dimana Allah SWT berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu “ (QS Baqoroh 183-
184)

Hanya beberapa hari tertentu saja, karena ia tidak akan lebih dari 29 atau 30 hari. Karenanya, tanpa mengetahui seluk beluk dan keutamaan ragam amal dalam Ramadhan, bisa jadi Ramadhan yang singkat akan benar-benar berlalu begitu saja, nyaris tanpa amal dan kenangan yang berarti. Naudzubillah tsumma naudzu billah ….

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Setidaknya ada lima kunci sukses Ramadhan, yang jika kita menjalankannya dengan baik , insya Allah akan menjadikan Ramadhan kita lebih berharga, lebih terasa, dan lebih berkah insya Allah. Dengan lima hal tersebut, kita bisa meniti hari-hari Ramadhan dengan dipenuhi amal yang baik dan disyariatkan. Adapun lima hal tersebut adalah :

Pertama : Menghayati Hikmah dan Manfaat Puasa bagi Kita
Jika seorang memahami maksud, hikmah dan manfaat dari apa yang dilakukan, maka tentulah ia akan menjalankannya dengan ringan dan senang hati. Maka begitu pula seorang yang berpuasa, ketika ia benar-benar mampu menghayati hikmah puasa, maka ibadah yang terlihat berat ini akan dijalani dengan penuh kekhusyukan dan hati yang ringan. Diantara hikmah puasa antara lain adalah : Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri kita, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah menggugurkan dosa-dosa kita yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan. Hikmah puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda :
“ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori).

Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia bagi diri kita, maka insya Allah membuat kita lebih semangat dalam menjalani hari-hari Ramadhan kita.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Adapun langkah sukses Ramadhan yang Kedua adalah : Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :

“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu)“. (HR Ibnu Majah).

Hadits diatas menegaskan kepada kita tentang urgensinya beribadah dengan ilmu. Bahkan salah satu syarat diterimanya ibadah adalah ittiba atau sesaui aturan dan sunnah Rasulullah SAW. Dalam kaitannya dengan puasa, sungguh ibadah ini mempunyai kekhususan dalam aturan fiqhnya yang berbeda dengan lainnya. Para ulama pun menjadikan bab puasa sebagai pembahasan khusus dalam kitab fiqhnya. Kita perlu mengkaji ulang, bertanya dan mempelajari apa-apa yang belum sepenuhnya kita yakini atau kita ketahui. Agar kita mampu menjalani ibadah ini dengan baik tanpa keraguan sedikitpun. Hal yang penting kita ketahui utamanya tentang apa-apa yang dibolehkan, apa-apa yang membatalkan, siapa saja yang boleh berbuka dan apa konsekuensinya. Mari kita sempatkan dalam hari-hari ini untuk kembali mengkaji fiqh seputar puasa. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ibadah yang mulia. 

Langkah Ketiga : Menjaga Puasa kita agar tetap utuh pahalanya
Yang dimaksud menjaga puasa kita adalah upaya untuk menjadikan pahala puasa kita utuh. Dua cara yang harus kita lakukan dalam kaitannya dengan hal ini, yaitu menjalani sunnah-sunnah puasa, serta menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi pahala dan hikmah puasa. Adapun sunnah-sunnah puasa, antara lain adalah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sunnah yang sederhana ini adalah bagian dari kemudahan dan keindahan syariat Islam. Kita diminta mengakhirkan sahur, sebagai persiapan untuk menjalani puasa seharian. Begitu pula kita diminta menyegerakan berbuka, sebagai kebutuhan fitrah manusia yang harus diperhatikan. Sunnah puasa lainnya adalah dengan berdoa sebelum dan saat berbuka, serta berbuka dengan seteguk air. Semoga sunnah yang sederhana ini bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan pahala puasa kita.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT 
Menjaga puasa juga dengan menjauhi segala sikap dan tindakan yang akan mengurangi keberkahan puasa  kita, seperti : marah tiada guna, emosional, berdusta dalam perkataan, ghibah, maupun kemaksiatan secara umum. Hal-hal semacam di atas, selain dilarang secara umum bagi seorang muslim, juga akan mempengaruhi kualitas puasanya di hadapan Allah SWT. Jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita :

Betapa Banyak Orang berpuasa tapi tidak mendapat (pahala) apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar, dan betapa banyak orang yang sholat malam (tarawih) tapi tidak mendapatkan apa-apa selain begadang saja (HR An-NAsai)

Mari kita mengambil pelajaran dari hadits di atas, untuk kemudian meniti hari-hari ramadhan kita dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan. Siapapun kita tidak akan pernah rela jika hanya mendapat lapar dahaga saja di bulan mulia ini.

Keempat : Menghias Puasa kita dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan
Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Tetapi banyak ragam ibadah yang juga disyariatkan dalam bulan penuh berkah ini. Mari kita menghias Ramadhan dengan ibadah-ibadah mulia tersebut, agar ramadhan sebagai madrasah ketakwaan benarbenar hadir dalam hidup kita. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pada kita bagaimana beliau menghias hati-hati Ramadhannya dengan : Tadarus Tilawah, memperbanyak sedekah, sholat tarawih, memberi hidangan berbuka, bahkan juga I’tikaf di masjid pada sepuluh hari yang terakhir. Jika kita ingin merasakan Ramadhan yang berbeda dan begitu bermakna, tentu menjadi penting bagi kita untuk menghias Ramadhan kita dengan amal ibadah tersebut. Keberkahan Ramadhan akan begitu terasa paripurna dalam hati kita. Amin Allahumma Amiin …

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT ….
Langkah sukses yang terakhir atau kelima adalah : Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.

Bulan ramdhan dipenuhi banyak amalan yang sungguh akan melelahkan sebagian besar orang. Karenanya kita sering menjadi saksi bagaimana kaum muslimin ‘berguguran’ dalam perlombaan Ramadhan ini sebelum mencapai garis finishnya. Sholat tarawih di masjid mulai menyusut sedikit demi sedikit seiring berlalunya hari-hari awal Ramadhan. Karenanya, merupakan hal yang tidak bisa dibantah adalah jika kesuksesan Ramadhan bergantung dari keistiqomahan kita menjalani semua kebaikan di dalamnya hingga akhir Ramadhan tiba. Syariat kita yang indah pun seolah memberikan motivasi di ujung ramadhan, agar kita bertambah semangat dalam beribadah, yaitu dengan menurunkan malam lailatul qadar yang mulia. Rasulullah SAW pun menjalankan I’tikaf untuk menutup bulan keberkahan ini. Beliau juga bersungguh-sungguh di penghujung Ramadhan. Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita :
adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Romadhon), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim)

Akhirnya, marilah kita berusaha menjalankan lima kunci sukses Ramadhan di atas, agar usaha kita mendapatkan keberkahan dan kesuksesan Ramadhan benar-benar terarah dengan baik dan optimal. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberikan kekuatan kepada kita.

Allahumma sholli ala sayyidinaa muhammad wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajmain

Kultum Ramadhan

Demikian, postingan mengenai contoh materi kultum ramadhan, semoga bermanfaat dan kita menjadi orang yang sukses pada bulan Ramadhan di tahun 2013 ini. Sebelum kita menjalani ibadah puasa, saya mohon maaf apabila ada kesalahan. Dan selamat Beribadah Di Bulan nan suci. Happy Ramadhan. 

Thursday, May 16, 2013

Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda

Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda - Apa kabar sobat semua? semoga baik dan selalu dalam keadaan yang paling baik. Baiklah, pada kali ini coretan binder hijau (CBH)  ingin berbagi motivasi yang selama ini menjadi motivasi CBH sendiri, yaitu "ubah pikiran anda, ubah kehidupan anda". Sir Thomas Fowell Buxton pernah berkata : "semakin lama saya hidup, semakin saya yakin bahwa perbedaan besar antara kesuksesan dan kesia-siaan adalah energi-kebulatan tekad yang sangat kuat".

Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda
Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda

Pikiran menjadi segala sesuatu dan anda menjadi pikian anda. Penampilan luar Anda merupakan ceminan dari apa yang ada dalam diri Anda. Anda menjadi apa yang anda pikirkan, karena pikiran mendorong dan memberi energi pada perwujudan fisik dari realitas yang diciptakan. Jika anda memikirkan kesuksesan dan kepercayaan diri, Anda akan merasa kuat, berdaya, dan bertindak dengan kecakapan. Jika anda terfokus pada "bagaimana, jika" dan mengharapkan kegagalan, tindakan Anda mencerminkan pikiran-pikiran negtif yang anda program dalam pikiran. Pikiran merupakan benih dari realitas yang anda ciptakan. Pikiran memicu kondisi emosi anda,  yang menentukan tingkah laku dan mutu tindakan anda. Hidup anda merupakan jaring yang saling berkaitan antara pikiran, perasaan, dan tindakan yang dirajut bersama oleh pikiran anda.

Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda - Sama seperti harapan dan aspirasi anda meupakan pemicu hasil yang anda rasakan, hasil juga merupakan harapan dan aspirasi anda. Pilihan yang kita buat tampaknya menjadi satu kesatuan, lebih dari sekedar jalinan keinginan dan ketekunan, tapi juga bagaimana perngkat keras kita terpatri sehingga memengaruhi bagaiman kita memahami ealitas. Tanpa memasuki faktor-faktor neoropsikologikesuksesan yang berbelit-belit,tombol relay dalam otak kita yang disebut RAS (reticular activing system/ sistem pengengtifan retikular) mengukur nila setiap situasi yang dikaitkan dengan makna dan relefansi pibadi,kemudian mengirimkan ke penyimpanan memori jangka panjang atau menhapuskan begitu saja. Semakin emosional dampak dai suatu peristiwa, semakin dalam hal itu tertanam dalam pikiran. Faktor penting yang menentukan pikiran dan sikap kita adalah persepsi kita, yang merupakan reaksi internal yang kompleks terhadapkejadian yang ada dalam luar diri kita. Kita jauh lebih selektif  pada apa yang kita rasakan dan pilih untuk sadari daipada apa yang kita bayangkan. "Konsep mengganggu persepsi", dengan kata lain, kita merasakan dengan selektif mencari apa yang pikiran kita inginkan dan harapkan, dan itu menjelaskan akar dari prasangka. Sekali kita memilki konsepsi atau visual yang spesifik, cetk biru akan tercipta dalam pikiran kita, dan itu memicu RAS untuk terus menerus bekerja tanpa saadadalam mengubah pikiran dalam tindakan dan menjadikan impian sebuah realita.

Demkian, postingan Ubah Pikiran Anda, Ubah Kehidupan Anda CBH pada kali ini, bila kurang paham coba di baca berulang ulang. hhee, semoga bemanfaat. (Jadilah Pemenang!)

Saturday, April 13, 2013

Membangkitkan Kembali Rasa Setiakawan.

Membangkitkan Kembali Rasa Setiakawan.
setiakawan

Masih ingatkah kita ? tragedi yang terjadi tempo silam, ketika gempa bumi yang disusul gelombang tsunami, menewaskan ribuan kawan-kawan kita dan tak terhitung harta benda yang ludes ?, saya kira kita masih mengingatnya, ya, itulah bencana yang terjadi di Negara kita, di Aceh dan Sumut. Sesuai dengan judul postingan ini, marilah kita uraikan lagi Rasa Kesetiaankawan kita.

Di dalam Al-Quran dan Hadis,Kita banyak diingatkan   tentang kewajiban membantu mereka yang membutuhkan, termasuk para korban musibah. Di antara kebajikan itu, seperti firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah 177 adalah:

 ''... memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang yang meminta-minta.'' 

Kita diwajibkan membantu mereka yang ditimpa kemalangan, karena ciri utama kehidupan manusia menurut Islam adalah hidup bermasyarakat, yakni hidup bersama satu rasa . Ini diungkapkan ayat 1 surat an-Nisa dan ayat 13 surat al-Hujurat. Kewajiban Seperti adanya ajakan untuk ibadah berjamaah seperti Shalat Jumat dan sejumlah ibadah lainnya. Yang merupakan dukungan moral yang kuat mengenai keharusan untuk hidup bermasyarakat. Dalam hidup bermasyarakat ini, Nabi Muhammad menekankan persaudaraan umat. Beliau bersabda:

 ''Kaum Muslimin seperti satu tubuh. Bila salah satu bagian sakit, bagian lainnya ikut menderita.'' 

Manifestasi persaudaraan Islam ini telah dicontohkan dengan gemilang oleh Nabi dan para sahabatnya. Dalam bentuk saling menolong kepada orang yang sedang dalam penderitaan, membantu orang yang membutuhkannya. Kesemuanya ini dapat menghapuskan kemiskinan yang akan menjerumuskan manusia kepada penderitaan yang lebih parah lagi. 

''Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebaktian (yang sempurna) sebelum kamu manafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.'' (Ali Imran: 92). 

Ketika ayat ini turun, para sahabat saling berlomba untuk bersedekah dan memberikan harta bendanya. Menunjukkan bahwa tiap individu diwajibkan untuk saling membantu. Dengan demikian, akan terciptalah kehidupan harmonis, yang dianjurkan Islam. 

Melalui ayat di atas, Allah menganjurkan kepada kita bahwa harta benda yang kita miliki harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak. Agar jangan sampai timbul keserakahan dan pendewaan akan harta benda, yang berdampak pada hilangnya rasa persaudaraan. Akibatnya, akan muncul rasa iri dan dengki dari orang yang tidak berpunya. Dari situ, muncullah permusuhan antarmanusia. 

Padahal, mengutip pendapat sejarawan Islam dari Mesir, Muhammad Husain Haekal, rasa persaudaraan lebih kuat menanamkan kebahagiaan daripada harta. Dan, memberikan harta kepada yang membutuhkan akan jauh lebih terhormat daripada orang yang mendewakan harta benda. 

Karenanya, pada saat ribuan saudara-saudara kita menderita musibah di Aceh, oleh Islam kita diingatkan bahwa harta benda merupakan titipan Allah kepada kita. Pada hakikatnya pemilik mutlak atas harta benda itu adalah penciptanya, Allah SWT. Karenanya, mari kita lebih menggalang lagi kesetiakawanan untuk membantu saudara-saudara kita, dengan saling membantu satu sama lain. Ali Bin Abu Thalib pernah berkata :
"Orang hebat adalah orang yang punya banyak teman, dan orang yang paling hebat adalah, orang yang punya teman, namun tak melupakannya"

Dari perkataan Ali ra tersebut, memberikan pesan kepada kita, seyogyanya kita yang telah punya teman bahkan banyak, menjadi keharusan bagi kita untuk tolong menolong, bantu membantu dan cinta satu sama lain. Dengan adanya kesetiankwan ini, InsyaAllah akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam kehidupan kita. Yuk, kita jadi teman yang setia kawan.

 لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

"Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai ia mencintai milik saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri."

Wednesday, April 3, 2013

Air Mata Mutiara

Air Mata Mutiara-Ibrah


Air Mata Mutiara
Air Mata Mutiara 
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


**********


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........


Salam,
M. Isrok 



sumber : milis daarut tauhid at yahoo dot com